Kerja di Shift Malam Dapat Menyebabkan Kanker Payudara

Info Kesehatan | 2010 Okt

Kerja di shift malam dapat berakibat buruk pada kesehatan wanita. Pada tahun 2007, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah mengklasifikasi ulang status kerja shift malam dari ‘karsinogen manusia yang mungkin’ menjadi ‘karsinogen manusia yang sangat mungkin’. Sejak itu, hubungan diantara kerja di shift malam dengan kanker payudara sudah dapat dipastikan. Penjelasan saat ini yang diterima adalah sebagai berikut: di malam hari, wanita seharusnya tidur dan tidak terekspos oleh cahaya. Kerja di shift malam menyebabkan wanita terekspos oleh cahaya sehingga siklus produksi sebuah hormon tertentu menjadi kacau.

Hormone itu disebut melatonin. Melatonin diproduksi oleh kelenjar pineal di dalam batang otak. Dalam otak juga ada jam biologis yang memerintahkan kelenjar pineal kapan untuk memproduksi melatonin. Ini disebut pusat sirkadia. Proses-proses di tubuh kita seperti replikasi DNA dan sintesis selalu disinkronisasikan dengan siklus sirkadia ini. Normalnya, pusat sirkadia ini akan memerintahkan kelenjar pineal untuk memproduksi melatonin paling banyak di malam hari. Namun bila kelenjar pineal dirangsang secara rutin oleh cahaya saat malam hari, maka kelenjar ini dapat menurunkan atau bahkan menghentikan produksi melatonin.

Melatonin telah terbukti dapat menekan pembentukan sel kanker di tingkat gen. Para ilmuwan juga telah menemukan beberapa mekanisme genetik yang spesifik dimana melatonin dapat menekan penbentukan sel kanker payudara. Wanita yang sering kerja di malam hari akan mengalami ketidak-teraturan proses dalam tubuhnya sehingga produksi melatonin terlalu sedikit sehingga wanita tersebut akan lebih rentan untuk terkena kanker payudara.

Studi epidemiologi juga membuktikan adanya hubungan antara kerja di shift malam dengan kanker payudara. Delapan penelitian besar telah dilakukan untuk meneliti hubungan antara kanker payudara dengan kerja di shift malam, dan enam diantaranya menemukan bukti yang tidak terbantahkan. Dapat disimpulkan dari kedelapan penelitian tersebut bahwa kerja di shift malam dapat meningkatkan resiko kanker payudara sebesar 40 persen. Kebanyakan dari delapan penelitian itu bersifat retrospektif (melihat ke masa lalu) dengan cara mengidentifikasi wanita yang mengidap kanker payudara dan menyelidiki ada tidaknya kerja shift malam di dalam riwayat kerja mereka. Akan tetapi, ada dua penelitian besar lainnya yang bersifat prospektif (melihat ke masa depan) yang mengikuti kondisi para perawat yang sehat dari tahun 1976 dan 1988 sampai dengan tahun 2004 untuk melihat berapa banyak diantara mereka yang akan mengidap kanker payudara. Dan hasilnya menyatakan adanya hubungan yang kuat antara kerja di shift malam dengan kanker payudara.

Vaksin Pneumokokal Baru di Singapura Untuk Anak

Sebuah vaksin pneumokokal baru telah tersedia di Singapura sejak minggu lalu untuk anak-anak berusia  diantara enam minggu sampai lima tahun. Vaksinasi ini melindungi anak-anak dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Streptococcus pneumonia yang dapat menyerang otak, paru-paru, darah, dan telinga. Vaksin ini dibuat oleh pabrik farmasi bernama Pfizer dan dapat melindungi dari total 13 varian bakteri. Ini adalah perlindungan sebesar 91,2 persen terhadap penyakit pneumokokal invasif (IPD).

IPD meliputi penyakit-penyakit seperti pneumonia dan meningitis, yaitu peradangan pada membrane pelindung otak dan tulang belakang. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan bahwa penyakit pneumokokal adalah penyebab utama dari kematian anak-anak berusia lima tahun kebawah. Di Singapura, sekitar 300 sampai 400 anak menderita dari penyakit pneumokokal tiap tahunnya, dan satu sampai dua anak meninggal karenanya.

Dosis yang direkomendasikan adalah 4 kali suntikan, atau lebih banyak satu kali dari vaksin pneumokokal sebelumnya. Ada 2 jenis vaksin pneumokokal lain yang tersedia, yaitu buatan GlaxoSmithKline yang melindungi dari 10 varian bakteri, dan buatan Pfizer sebelumnya yang hanya melindungi dari tujuh varian. 3 varian bakteri yang termasuk dalam vaksin baru ini diyakini sebagai penyebab penyakit yang makin meningkat di banyak tempat di dunia.

Biaya vaksin baru ini bervariasi di setiap dokter. Namun harganya berkisar $140 sampai $180 setiap suntikan. Vaksinasi pneumokokal telah ditambahkan ke dalam Program Imunisasi Anak Nasional (NCIP) pada bulan Nopember tahun lalu, sehingga para orang tua dapat membayarnya dengan menggunakan fasilitas Medisave mereka setiap tahun sebesar $300.

Fasilitas Perawatan di Singapura Untuk Orang Lanjut Usia

Ada banyak orang lanjut usia yang kondisi kesehatannya buruk dan membutuhkan penanganan medis. Tubuh orang tua akan menjadi lebih rentan, sehingga perlu adanya fasilitas di masyarakat untuk perawatan mereka dalam jangka menengah dan jangka panjang. Sebuah pusat rehabilitasi di Bedok telah dimodifikasi untuk bisa menangani warga luar Singapura yang lanjut usia dan sakit, termasuk mereka yang memerlukan makanan bantuan lewat pipa atau penggantian kateter secara berkala. Fasilitas ini juga ideal untuk orang tua yang tidak dapat dirawat dengan semestinya karena anggota keluarganya harus bekerja.

Program ini, disebut Singapore Programme for Integrated Care for the Elderly, diperuntukkan untuk keluarga yang tidak sanggup membayar jasa layanan penuh waktu dari perawat atau pembantu. Program ini sedang diuji coba di Salvation Army Bedok Multi-Service Centre di Bedok Utara. Para klien di fasilitas ini pulang ke keluarga mereka saat malam hari. Biayanya adalah $62 per hari termasuk makan. Subsidi hingga 75 persen juga tersedia bila pelanggan memenuhi beberapa syarat tertentu.

Sekitar $400.000 telah disiapkan untuk mendanai program ini. Sebagian dari uang tersebut diperuntukkan untuk merenovasi Bedok Centre, yang sekarang telah memiliki kamar mandi dan kamar istirahat untuk klien yang lemah kondisinya sehingga mereka dapat beristirahat diantara aktivitas mereka. Centre ini juga akan diisi dengan persediaan medis seperti kateter, pipa makanan, dan pakaian. Sebuah tim yang terdiri dari seorang dokter, pekerja sosial, ahli terapi, dan perawat yang terdaftar akan merawat 30 pasien di sana.

Program ini akan diulas dan dinilai setelah setahun berjalan. Bila sukses, fasilitas-fasilitas lain yang serupa mungkin akan dibangun di tempat lain. Tambahan dana $250.000 juga telah dialokasikan ke dalam delapan penelitian dan hadiah pelatihan untuk sektor kesehatan. Hadiah tersebut diperuntukkan untuk mereka yang mengejar kursus diploma dalam keperawatan, terapi okupasional dan fisioterapi, serta untuk para profesional medis yang berminat mengambil kursus untuk meningkatkan keahlian mereka.

Orang Muda Stres Karena Khawatir Kena Kanker

Info Kesehatan | 2010 Okt

Banyak orang muda yang ternyata mengalami stres karena khawatir akan mengidap kanker. Ini adalah laporan dari The Philips Index: Singapore’s Health and Well-being Report 2010, sebuah penelitian di Singapura yang disponsori oleh Philips. Penelitian ini melibatkan 802 orang yang berusia 18 tahun ke atas, dan dilakukan di bulan Juli dan Agustus. Sekitar 29 persen dari mereka yang berusia diantara 18 sampai 24 tahun termasuk yang paling parah dibandingkan orang yang berusia 65 tahun ke atas dalam hal kekhawatiran akan mengidap kanker dalam 5 tahun ke depan. Sedangkan hanya 10 persen dari responden yang berusia 65 tahun keatas yang khawatir.

Para dewasa muda merasa bahwa mereka dapat kehilangan lebih banyak karena mereka merasa baru saja memulai hidup. Mereka juga khawatir tentang kesehatan dan pendidikan yang lebih baik. Dewasa muda yang berusia diantara 18 sampai 24 tahun adalah yang paling stres. Kekhawatiran mereka yang paling utama berhubungan dengan keuangan dan keamanan pekerjaan. Kebanyakan dari mereka sedang dalam periode transisi dalam hidup mereka, dimana mereka sedang berubah dari pelajar menjadi pekerja penuh waktu, dan menjadi independen secara finansial.

Meskipun banyak dewasa muda yang berkata bahwa mereka mengalami banyak stres, kebanyakan dari mereka dapat bertahan dan mengatasinya dengan baik. Jaringan sosial dan aktivitas seperti olahraga dapat membantu dewasa muda untuk mengatasi masalah-masalah mereka.

Operasi Untuk Obesitas Juga Dapat Menyembuhkan Diabetes

Tindakan operasi untuk penderita obesitas atau kegemukan ternyata juga dapat membantu menyembuhkan diabetes di lebih dari 50% pasien yang juga mengidap penyakit ini. Setelah menjalani operasi Roux-en-Y untuk membuang sebagian dari lambung, pasien hanya bisa memakan tiga sampai lima sendok makan setiap kali makan. Mereka tidak lagi merasa mudah lapar dan akan mengalami penurunan berat badan secara bertahap.

Operasi ini dilakukan pada orang yang obesitas yang juga menderita masalah lain seperti diabetes dengan Indeks Massa Tubuh (BMI) minimal 32,5. Diantara pasien obesitas yang juga menderita diabetes, 70% diantaranya mengatakan bahwa diabetesnya mengalami perbaikan dalam waktu singkat, terlepas dari penurunan berat badan yang dicapai. Hanya dalam hitungan hari, kadar gula darah mereka mencapai tingkat normal, dan mereka tidak lagi tergantung pada obat-obatan diabetes. Para dokter belum bisa menjelaskan mekanisme ini. Namun perlu diingat, operasi ini mempunyai resiko sendiri. Resiko yang terburuk adalah kematian, dialami oleh 0,5 sampai 1 persen pasien setelah menjalani operasi. Pasien juga harus menjalani diet ketat tinggi protein dan vitamin untuk mencegah malnutrisi.

Adanya bukti-bukti yang mendukung membuat Dr Asim Shabbir, seorang ahli bedah di Rumah Sakit Universitas Nasional atau National University Hospital (NUH), ingin memperluas indikasi operasi ini ke penderita diabetes yang gemuk tapi tidak terlalu obesitas, dengan BMI paling rendah 25. Harus diingat bahwa perawatan ini hanya untuk pasien yang gagal mengontrol diabetes mereka meskipun telah menjalani berbagai macam terapi. Bagi orang-orang ini, terhindarnya mereka dari kegagalan organ, kebutaan, dan amputasi adalah sebanding dengan resiko operasi ini. Dengan mengontrol kadar gula darah dan berat badan mereka, mereka juga dapat mengurangi resiko serangan jantung dan strok.

Lebih Banyak Dokter-Peneliti di Singapura Pada Tahun 2015

Pemerintah Singapura mengumumkan bahwa jumlah dokter di Singapura yang terlatih sains dengan baik diproyeksikan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2015. Saat berbicara di konferensi sains minggu lalu, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Teo Chee Hean mengatakan bahwa sasaran utama adalah mempunyai 160 dokter merangkap peneliti pada tahun 2015, lebih banyak dua kali lipat dari jumlah saat ini 80 orang. Para ilmuwan ini yang juga merawat pasien, akan mendapat waktu khusus untuk melakukan penelitian mereka. Mereka adalah elemen yang penting dalam proses merubah riset laboratorium biomedis menjadi aplikasi medis. Usaha-usaha ini sangatlah penting dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap terjangkau dan dapat memenuhi kebutuhan penduduk Singapura yang semakin membesar.

Saat ini sudah banyak dokter-ilmuwan yang telah terlibat dalam penemuan-penemuan dan inovasi medis. Contohnya adalah Profesor Wong Tien Yin, direktur dari Institusi Riset Mata Singapura. Dia telah mencoba apakah pemindai mata yang simpel dapat memprediksi resiko pasien untuk terkena serangan jantung dan diabetes. Untuk hasi kerjanya, dia telah menerima President’s Science Award bulan lalu. Ada sekitar 8.000 dokter yang terdaftar di Singapura. Banyak diantara mereka yang juga melakukan penelitian medis.

Ada 3 elemen penting yang diperlukan oleh dunia kesehatan saat ini: 1)orang-orang yang berminat dalam penelitian, 2)latihan untuk merubah pertanyaan-pertanyaan menjadi proyek riset, dan 3) infrastruktur pendukung seperti Institut Riset Klinis Singapura (SCRI), yang dapat mengatur proyek dan melakukan analisa statistic. Penelitian klinis di Singapura sudah berkembang.

Prosedur Baru yang Canggih Untuk Penderita Kanker Paru

Saat ini telah dilakukan sebuah prosedur baru di Singapura khusus untuk penderita kanker paru. Prosedur ini menggunakan bantuan robot untuk melenyapkan tumor dengan lebih akurat pada pasien kanker paru stadium awal. Dua operasi lobektomi telah dilakukan di Pusat Jantung Nasional Singapura (NHCS) sejak bulan Agustus dengan menggunakan prosedur ini, dan hasilnya memuaskan. Operasi ini adalah yang pertama kalinya dilakukan di Asia Tenggara. Di seluruh dunia, hanya ada 25 pusat medis yang dapat melakukan prosedur ini, dan sekitar 3.000 operasi telah dilakukan.

Dalam operasi ini, empat lubang kecil dibuat di sisi tubuh pasien; masing-masing berukuran diantara 1cm dan 4 cm. Kemudian, semacam alat kecil dimasukkan ke dalamnya untuk memotong tumor. Prosedur baru ini menggunakan tangan robot yang dapat dikontrol oleh ahli bedah dengan pengendali khusus. Tangan robot ini dapat melakukan maneuver yang kompleks yang tidak dapat dilakukan oleh tangan manusia biasa, dan tanpa disertai tremoryang kadang-kadang ada pada tangan manusia. Tehnologi pada prosedur ini memungkinkan ahli bedah untuk melihat isi rongga dada secara tiga dimensi dari alat pengendali. Namun ada satu kerugian prosedur ini, yaitu sulit bagi ahli bedah untuk menentukan tekanan yang cukup untuk memotong tumor karena dia tidak memegang alatnya secara langsung.

NHCS memperkirakan bahwa mereka dapat melakukan operasi ini untuk 50 sampai 100 pasien tiap tahunnya. Operasi ini menelan biaya sekitar $12.000, 30 persen lebih mahal dari prosedur VATS yang lebih lama yang memerlukan biaya sekitar $9.000. Operasi ini hanya tersedia untuk pasien kanker paru stadium awal oleh karena lubang kecil yang dibuat hanya memungkinkan pemotongan tumor yang kecil juga. Pasien kanker paru stadium lanjut akan membutuhkan lubang insisi yang besar sekitar 10 sampai 15 cm untuk memotong tumor yang lebih besar. NHCS juga mengatakan bahwa mereka akan melatih 2 sampai 3 ahli bedah lagi dalam waktu 5 tahun ke depan untuk melakukan prosedur ini.

Nyeri Otot Setelah Olahraga Dapat Berbahaya

Info Kesehatan | 2010 Okt

“Tidak Ada Hasil Tanpa Sakit” adalah motto yang dipercayai oleh mereka yang berlatih atau berolahraga. Capek dan nyeri otot adalah bagian dari rutinitas saat anda ingin melatih otot anda. Tapi berhati-hatilah, rasa nyeri bisa saja merupakan abnormalitas dalam tubuh anda. Nyeri otot setelah latihan adalah reaksi normal dari otot tubuh anda, yang akan cepat beradaptasi dan meningkat kekuatannya. Nyeri tersebut tumpul dan disertai kekakuan otot, biasanya dirasakan hanya saat otot tersebut diregangkan, kontraksi, atau diberi beban. Nyeri ini tidak akan terjadi saat istirahat, muncul beberapa jam setelah latihan, dan dapat berlangsung sampai seminggu. Ini adalah hal yang biasa dan tidak perlu dikhawatirkan.

Namun bila nyeri tersebut akut dan mendadak, maka harus dicurigai adanya cedera pada otot atau sendi.  Cedera pada sendi adalah kondisi  yang serius yang ditandai adanya nyeri yang parah, mendadak, dan spesifik yang terjadi saat latihan. Bengkak dan kemerahan juga sering terjadi. Berkonsultasilah pada dokter tentang ini. Untuk orang yang berlatih atau berolahraga untuk menurunkan berat badan, ingatlah bahwa penurunan berat badan yang drastic bukanlah hal yang sehat. Dr Stanley Liew, seorang endokrinologis di Raffles Hospital, berkata bahwa bila intensitas dari latihan anda tidak sesuai, maka penurunan berat badan yang progresif lebih dari 10 persen harus diwaspadai.

Umumnya orang mengira bahwa nyeri dada atau batuk yang mereka alami saat latihan adalah reaksi normal dari tubuh. Tapi dokter berkata lain. Batuk dan nyeri dada jelas tidak normal sekeras apapun latihan anda. Penurunan berat badan yang drastic dapat disebabkan oleh penyakit-penyakit tertentu seperti diabetes atau kanker. Jadi siapapun yang berlatih atau berolah raga harus memperhatikan gejala nyeri pada otot mereka.

Orang Muda Juga Dapat Terserang Arthritis

Info Kesehatan | 2010 Okt

Walaupun sering ditemukan pada orang tua, saat ini makin banyak orang dewasa muda yang juga menderita penyakit ini. Mitos bahwa arthritis hanya menyerang orang tua sudah tidak berlaku lagi. “Kita melihat makin banyak pasien arthritis yang lebih muda”, kata Dr Carol Tan-Goh Yean Eng, seorang konsultan di Raffles Hospital. Yayasan Arthritis Nasional Singapura (NAF) berniat untuk membenarkan mitos itu di masyarakat dan mengingatkan pentingnya diagnose dan perawatan osteoarthritis pada lutut. Profesor Feng Pao Hsii, ketua NAF dan seorang konsultan emeritus di Tan Tock Seng Hospital, mengatakan bahwa osteoarthritis pada lutut dapat menyerang siapa saja. Oleh sebab itu perlu dilakukan banyak hal untuk membuat masyarakat paham tentang resikonya. Menurut survey dari National Health Surveillance di tahun 2007, sekitar 10 persen penduduk Singapura yang berusia diantara 18 tahun sampai 69 tahun diketahui menderita arthritis dan gejala kronis persendian. Hampir 5 persen diantaranya berusia 18 tahun sampai 29 tahun.

Ada 120 tipe arthritis yang berbeda, dan osteoarthritis adalah tipe yang paling umum. Penyakit ini dapat terjadi ketika kartilago di sendi menurun fungsinya seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini umumya berlangsung di lutut, tapi juga  dapat terjadi di bahu dan pergelangan tangan. Gaya hidup olahraga yang keras atau berlebihan serta obesitas adalah penyebab utamanya. Obesitas dapat meningkatkan beban kaki, sehingga menyebabkan degenerasi kartilago.

Profesor Feng menganjurkan makan dan berolahraga secara tidak berlebihan. Dia berkata bahwa siapapun yang mengalami nyeri seperti ini seharusnya berkonsultasi kepada dokter. “Bila anda sering berlari dan merasakan nyeri di lutut, maka berhentilah segera. Tubuh anda mengatakan pada anda untuk berhenti sejenak,” kata dia. Kemudian Dr Tan-Goh menambahkan:”motto ‘tidak ada hasil tanpa usaha’ tidak berlaku apabila osteoarthritis ikut terlibat. Nyeri adalah tanda peringatan.”

Rokok Bakal Dilarang Untuk Generasi Muda di Singapura

Pusat Kanker Singapura (NCCS) telah nengajukan proposal untuk melarang penjualan rokok ke semua warga negara Singapura yang lahir di dan setelah tahun 2000. Ini adalah solusi baru untuk menuntaskan masalah ketergantungan nikotin yang tersebar luas di kalangan anak muda. Sebuah penelitian di tahun 2002 menunjukkan bahwa biaya sosial merokok di Singapura berkisar antara $674 juta dan $839 juta. Sedangkan secara internasional, persentase perokok meningkat dengan pesat terutama pada usia 12 sampai 18 tahun. Orang  yang mulai merokok sejak remaja juga cenderung untuk menjadi perokok jangka panjang. 90 persen dari kasus kanker paru disebabkan oleh merokok. Dan antara 900 sampai 1000 orang di Singapura meninggal oleh karena kanker paru tiap tahunnya.

Penelitian oleh Universitas Harvard melacak lebih dari 12.000 orang selama 3 dekade terakhir dan menemukan bahwa tendensi untuk merokok dapat menyebar melalui ikatan sosial baik dekat maupun jauh. Orang yang berhenti merokok biasanya berhasil melakukannya di dalam lingkaran orang-orang yang juga berhenti merokok. Efek ini menyebar dan menyebar, dan jumlahnya makin mengecil. Para peneliti juga menemukan bahwa perokok cenderung untuk melakukan migrasi ke tepi lingkaran sosial.

Konsultan senior dan kepala dari bedah onkologi NCCS, Asisten Profesor Koong Heng Nung, mengatakan bahwa proposal mereka adalah solusi yang simpel dan permanen, serta jauh lebih efektif dari hokum saat ini yang melarang penjualan rokok ke remaja yang berusia di bawah 18 tahun. Dia mempresentasikan proposal yang radikal ini ke para professional medis di acara SingHealth Duke-NUS Scientific Congress 2010 di Suntec City. Makalah ini juga dipublikasikan di British Medical Journal bulan lalu. Profesor Koong mengerti bahwa proposal ini akan mengundang banyak kritik dan oposisi, terutama dari pabrik rokok. Dia menjawabnya dengan simpel: “Proposal kami tidak menghentikan para perokok saat ini dari kebiasaan merokok, dan selaras dengan apa yang pabrik rokok katakan: bahwa mereka tidak berniat mencari perokok baru, dan mereka juga ingin melindungi generasi muda.”