Larangan Penjualan Rokok Untuk Remaja Di Singapura

Pusat Kanker Singapura (NCCS) telah mengajukan proposal untuk larangan penjualan rokok ke semua warga negara Singapura yang lahir pada dan pasca tahun 2000 karena rokok dapat merusak kesehatan. Larangan ini adalah salah satu solusi untuk menuntaskan masalah ketergantungan nikotin yang tersebar luas di kalangan remaja. Sebuah penelitian di tahun 2002 menunjukkan bahwa biaya sosial merokok di Singapura berkisar antara $674 juta dan $839 juta. Sedangkan secara internasional, persentase perokok meningkat dengan pesat terutama pada usia 12 sampai 18 tahun. Orang  yang mulai merokok sejak remaja juga cenderung menjadi perokok aktif dalam jangka panjang. 90 persen dari kasus kanker paru-paru disebabkan oleh merokok. Dan diantara 900 sampai 1000 orang di Singapura meninggal akibat terserang kanker paru-paru tiap tahunnya.

Penelitian oleh Universitas Harvard meneliti lebih dari 12.000 orang selama 3 dekade terakhir dan menemukan bahwa tendensi untuk merokok dapat menyebar melalui ikatan sosial baik dekat maupun jauh. Orang yang berhenti merokok biasanya berhasil melakukannya di dalam lingkaran orang-orang yang juga berhenti merokok. Efek ini menyebar dan menyebar, dan jumlahnya makin mengecil. Para peneliti juga menemukan bahwa perokok cenderung untuk melakukan migrasi ke tepi lingkaran sosial.

Konsultan senior dan kepala dari bedah onkologi NCCS, Asisten Profesor Koong Heng Nung, mengatakan bahwa proposal mereka adalah solusi yang simpel dan permanen, serta jauh lebih efektif dari hukum saat ini yang melarang penjualan rokok ke remaja yang berusia di bawah 18 tahun. Dia mempresentasikan proposal yang radikal ini ke para professional medis di acara SingHealth Duke-NUS Scientific Congress 2010 di Suntec City.

Makalah ini juga dipublikasikan di British Medical Journal bulan lalu. Profesor Koong mengerti bahwa proposal ini akan mengundang banyak kritik dan ancaman, terutama dari pabrik rokok. Dia menjawabnya dengan mudah: “Proposal kami tidak menghentikan para perokok saat ini dari kebiasaan merokok, dan selaras dengan apa yang pabrik rokok katakan: bahwa mereka tidak berniat mencari perokok baru, dan mereka juga ingin melindungi generasi muda.”

Comments are closed.