Lebih Banyak Dokter-Peneliti di Singapura Pada Tahun 2015

Pemerintah Singapura mengumumkan bahwa jumlah dokter di Singapura yang terlatih sains dengan baik diproyeksikan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2015. Saat berbicara di konferensi sains minggu lalu, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Teo Chee Hean mengatakan bahwa sasaran utama adalah mempunyai 160 dokter merangkap peneliti pada tahun 2015, lebih banyak dua kali lipat dari jumlah saat ini 80 orang. Para ilmuwan ini yang juga merawat pasien, akan mendapat waktu khusus untuk melakukan penelitian mereka. Mereka adalah elemen yang penting dalam proses merubah riset laboratorium biomedis menjadi aplikasi medis. Usaha-usaha ini sangatlah penting dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap terjangkau dan dapat memenuhi kebutuhan penduduk Singapura yang semakin membesar.

Saat ini sudah banyak dokter-ilmuwan yang telah terlibat dalam penemuan-penemuan dan inovasi medis. Contohnya adalah Profesor Wong Tien Yin, direktur dari Institusi Riset Mata Singapura. Dia telah mencoba apakah pemindai mata yang simpel dapat memprediksi resiko pasien untuk terkena serangan jantung dan diabetes. Untuk hasi kerjanya, dia telah menerima President’s Science Award bulan lalu. Ada sekitar 8.000 dokter yang terdaftar di Singapura. Banyak diantara mereka yang juga melakukan penelitian medis.

Ada 3 elemen penting yang diperlukan oleh dunia kesehatan saat ini: 1)orang-orang yang berminat dalam penelitian, 2)latihan untuk merubah pertanyaan-pertanyaan menjadi proyek riset, dan 3) infrastruktur pendukung seperti Institut Riset Klinis Singapura (SCRI), yang dapat mengatur proyek dan melakukan analisa statistic. Penelitian klinis di Singapura sudah berkembang.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

Comments are closed.