Cara Mengobati Kanker Paru-paru Dengan Teknologi Medis Modern

Saat ini telah dilakukan sebuah prosedur baru di Mount Elizabeth Hospital Singapura khusus untuk penderita kanker paru-paru. Prosedur ini menggunakan bantuan robot untuk melenyapkan tumor dengan lebih akurat pada pasien kanker paru-paru stadium awal. Dua operasi lobektomi telah dilakukan di Pusat Jantung Nasional Singapura (NHCS) sejak bulan Agustus dengan menggunakan prosedur ini, dan hasilnya memuaskan. Operasi ini adalah yang pertama kalinya dilakukan di Asia Tenggara. Di seluruh dunia, hanya ada 25 pusat medis yang dapat melakukan prosedur ini, dan sekitar 3.000 operasi telah dilakukan.

Dalam operasi ini, empat lubang kecil dibuat di sisi tubuh pasien; masing-masing berukuran diantara 1cm dan 4 cm. Kemudian, semacam alat kecil dimasukkan ke dalamnya untuk memotong tumor. Prosedur baru ini menggunakan tangan robot yang dapat dikontrol oleh ahli bedah dengan pengendali khusus. Tangan robot ini dapat melakukan maneuver yang kompleks yang tidak dapat dilakukan oleh tangan manusia biasa, dan tanpa disertai tremor yang kadang-kadang ada pada tangan manusia. Teknologi pada prosedur ini memungkinkan ahli bedah untuk melihat isi rongga dada secara tiga dimensi dari alat pengendali. Namun ada satu kerugian prosedur ini, yaitu sulit bagi ahli bedah untuk menentukan tekanan yang cukup untuk memotong tumor karena dia tidak memegang alatnya secara langsung.

Cara Mengobati Kanker Paru-paru Dengan Teknologi Medis Modern

NHCS memperkirakan bahwa mereka dapat melakukan operasi kanker paru-paru untuk 50 sampai 100 pasien tiap tahunnya. Operasi ini menelan biaya sekitar $12.000, 30 persen lebih mahal dari prosedur VATS yang lebih lama yang memerlukan biaya sekitar $9.000. Operasi ini hanya tersedia untuk pasien kanker paru-paru stadium awal oleh karena lubang kecil yang dibuat hanya memungkinkan pemotongan tumor yang kecil juga. Pasien kanker paru-paru stadium lanjut akan membutuhkan lubang insisi yang besar sekitar 10 sampai 15 cm untuk memotong tumor yang lebih besar. NHCS juga mengatakan bahwa mereka akan melatih 2 sampai 3 ahli bedah lagi dalam waktu 5 tahun ke depan untuk melakukan prosedur ini.

Comments are closed.