Nyeri Otot Setelah Olahraga Dapat Berupa Cedera Pada Sendi dan Otot

Info Kesehatan | 2017 Jun

Jika anda mengalami nyeri otot setelah olahraga segera hubungi dokter singapura. “Tidak Ada Hasil Tanpa Sakit” adalah motto yang dipercayai oleh mereka yang berlatih atau berolahraga. Capek dan nyeri otot adalah bagian dari rutinitas saat anda ingin melatih otot anda. Tapi berhati-hatilah, rasa nyeri bisa saja merupakan ketidak normalan dalam tubuh anda. Nyeri otot setelah latihan adalah reaksi normal dari otot tubuh anda, yang akan cepat beradaptasi dan meningkat kekuatannya. Nyeri tersebut tumpul dan disertai kekakuan otot, biasanya dirasakan hanya saat otot tersebut diregangkan, kontraksi, atau diberi beban. Nyeri ini tidak akan terjadi saat istirahat, muncul beberapa jam setelah latihan, dan dapat berlangsung sampai seminggu. Ini adalah hal yang biasa dan tidak perlu dikhawatirkan.

 

Nyeri Otot - Dokter Singapura

 

Namun bila nyeri tersebut akut dan mendadak, maka harus dicurigai adanya cedera pada otot atau sendi.  Cedera pada sendi adalah kondisi  yang serius yang ditandai adanya nyeri yang parah, mendadak, dan spesifik yang terjadi saat latihan. Bengkak dan kemerahan juga sering terjadi. Berkonsultasilah pada dokter singapura tentang hal tersebut. Untuk orang yang berlatih atau berolahraga untuk menurunkan berat badan, ingatlah bahwa penurunan berat badan yang drastic bukanlah hal yang sehat. Dr Stanley Liew, seorang endokrinologis di Raffles Hospital, berkata bahwa “bila intensitas dari latihan anda tidak sesuai, maka penurunan berat badan yang progresif lebih dari 10 persen harus diwaspadai”.

Umumnya orang mengira bahwa nyeri dada atau batuk yang mereka alami saat latihan adalah reaksi normal dari tubuh. Tapi dokter singapura berkata lain. Batuk dan nyeri dada jelas tidak normal sekeras apapun latihan anda. Penurunan berat badan yang drastis dapat disebabkan oleh penyakit-penyakit tertentu seperti diabetes atau kanker. Jadi siapapun yang berlatih atau berolah raga harus memperhatikan gejala nyeri pada otot mereka.

 

 

 

Comments are closed.