Orang Muda Stres Karena Khawatir Kena Kanker, lakukan Medical Check up Singapore sekarang juga

Info Kesehatan | 2017 Mar

Medical check up singapore idealnya rutin dilakukan setidaknya setahun sekali. Banyak orang muda yang ternyata mengalami stres karena khawatir akan mengidap kanker. Ini adalah laporan dari The Philips Index: Singapore’s Health and Well-being Report 2010, sebuah penelitian di Singapura yang disponsori oleh Philips. Penelitian ini melibatkan 802 orang yang berusia 18 tahun ke atas, dan dilakukan di bulan Juli dan Agustus. Sekitar 29 persen dari mereka yang berusia diantara 18 sampai 24 tahun termasuk yang paling parah dibandingkan orang yang berusia 65 tahun ke atas dalam hal kekhawatiran akan mengidap kanker dalam 5 tahun ke depan. Sedangkan hanya 10 persen dari responden yang berusia 65 tahun keatas yang khawatir.

Para dewasa muda merasa bahwa mereka dapat kehilangan lebih banyak karena mereka merasa baru saja memulai hidup. Mereka juga khawatir tentang kesehatan dan pendidikan yang lebih baik. Dewasa muda yang berusia diantara 18 sampai 24 tahun adalah yang paling stres. Kekhawatiran mereka yang paling utama berhubungan dengan keuangan dan keamanan pekerjaan. Kebanyakan dari mereka sedang dalam periode transisi dalam hidup mereka, dimana mereka sedang berubah dari pelajar menjadi pekerja penuh waktu, dan menjadi independen secara finansial.

Meskipun banyak dewasa muda yang berkata bahwa mereka mengalami banyak stres, kebanyakan dari mereka dapat bertahan dan mengatasinya dengan baik. Jaringan sosial dan aktivitas seperti olahraga dapat membantu dewasa muda untuk mengatasi masalah-masalah mereka. Untuk memastikan bahwa anda bebas dari kanker, maka lakukan medical check up singapore sekarang juga.

Nyeri Punggung Bawah

Info Kesehatan | 2017 Feb

Nyeri punggung bawah, atau lumbago, adalah kondisi yang sangat umum. Mayoritas dari kita pernah mengalami hal ini. Nyeri ini biasanya dipicu oleh aktifitas fisik seperti pekerjaan sehari-hari, rekreasi, atau bahkan hubungan seksual. Untungnya sebagian besar dari kasus ini dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari saja. Sebagian kecil yang lain membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk bisa sembuh dan dapat disebabkan oleh kondisi medis yang lebih serius.

Ada 2 tipe nyeri punggung bawah, yaitu akut dan kronis. Nyeri punggung bawah yang akut tidak berlangsung lama, biasanya kurang dari beberapa minggu. Kebanyakan dari kasus ini disebabkan oleh trauma mekanis seperti olahraga, naik kuda, kegiatan sehari-hari di rumah, atau kecelakaan. Sedangkan nyeri punggung bawah yang kronis dapat berlangsung lebih dari 2 bulan, dan seringkali nyerinya progresif atau memberat seiring dengan berjalannya waktu. Selalu ada penyakit lain sebagai penyebab utama dari nyeri punggung bawah kronis, dan hal ini harus diselidiki serta diatasi. Penyebab-penyebab nyeri punggung bawah yang sering terjadi adalah mekanis (seperti patah tulang, trauma pada punggung, mengangkat benda-benda berat), keradangan (seperti radang sendi, infeksi), keganasan atau kanker, metabolic (seperti osteoporosis), dan psikologis.

Gejala-gejala nyeri punggung bawah dapat berupa: kaku otot sampai nyeri menusuk yang sangat parah, keterbatasan gerakan akibat nyeri, dan kesulitan dalam berdiri tegak. Kadangkala nyeri ini dapat berasal dari kelainan atau luka di bagian tubuh yang lain. Sindroma nyeri ini dapat berbahaya bila dibiarkan begitu saja tanpa pengobatan yang memadai.

Kadangkala sulit bagi dokter untuk mencari penyebab utama dari nyeri punggung bawah. Pemeriksaan radiologi seringkali diperlukan, dari yang simpel seperti foto roentgen sampai CT-Scan atau MRI. Nyeri punggung bawah dapat diatasi dengan meminum obat-obatan analgesik (anti nyeri) dan anti radang seperti ibuprofen atau aspirin. Bila nyeri tersebut berlangsung lebih dari satu bulan, maka kemungkian besar ada masalah lain yang lebih serius. Konsultasikan dengan dokter anda untuk mencari penyebabnya dan mengatasinya dengan tuntas. Tindakan invasif seperti operasi mungkin diperlukan untuk kasus-kasus tertentu.

Cara Mudah Cek Bau Mulut

Info Kesehatan | 2017 Feb

Bau mulut yang tidak sedap tentu saja mengganggu dalam pergaulan, baik dalam pergaulan resmi di kantor maupun non resmi seperti kumpul dengan teman-teman atau keluarga. Celakanya, kita bisa mengetahui mulut orang lain itu berbau atau tidak, namun seringkali kita tidak sadar apakah mulut kita berbau atau tidak. Beberapa orang yang setiap hari ketemu dengan kita kadang kala juga sudah terbiasa dengan bau mulut kita dan tidak peka bahwa mulut kita berbau. Oleh karena itu kita harus paham cara mengetahui mulut kita berbau atau tidak.

Berikut ini tip sederhana untuk mengetahui apakah mulut kita berbau atau tidak:

Jilat sedikit bagian belakang pergelangan tangan gan dan tunggu 5 detik. Kemudian cium pergelangan tangan anda

Tutup mulut dan hidung dengan kedua tangan anda. kemudian hembuskan napas anda ke tangan dan cium/hirup apakah berbau atau tidak .

Tarik pipi keluar dari gigi anda dan dorong kembali ke gigi. Ulangi ini beberapa kali lebih cepat dan mengendus pada waktu yang sama. Jika baunya buruk, maka napas anda memang bau.

Tutupkan gelas kemulut dan hidung dan hembuskan nafas bersamaan antara mulut dan hidung hirup dan rasakan apakah bau atau tidak
Pakai salah satu jari anda,Kemudian tempelkan /gosokan dibelakang lidah .semakin jauh lokasi belakang lidahnya semakin baik kemudian hirup jarinya.apabila berbau tidak sedap berarti napas anda memang bau

Rokok Bakal Dilarang Untuk Generasi Muda di Singapura karena merusak hasil health check up

Pusat Kanker Singapura (NCCS) telah nengajukan proposal untuk melarang penjualan rokok ke semua warga negara Singapura yang lahir di dan setelah tahun 2000 karena rokok dapat merusak hasil health check up. Ini adalah solusi baru untuk menuntaskan masalah ketergantungan nikotin yang tersebar luas di kalangan anak muda. Sebuah penelitian di tahun 2002 menunjukkan bahwa biaya sosial merokok di Singapura berkisar antara $674 juta dan $839 juta. Sedangkan secara internasional, persentase perokok meningkat dengan pesat terutama pada usia 12 sampai 18 tahun. Orang  yang mulai merokok sejak remaja juga cenderung untuk menjadi perokok jangka panjang. 90 persen dari kasus kanker paru disebabkan oleh merokok. Dan antara 900 sampai 1000 orang di Singapura meninggal oleh karena kanker paru tiap tahunnya.

Penelitian oleh Universitas Harvard melacak lebih dari 12.000 orang selama 3 dekade terakhir dan menemukan bahwa tendensi untuk merokok dapat menyebar melalui ikatan sosial baik dekat maupun jauh. Orang yang berhenti merokok biasanya berhasil melakukannya di dalam lingkaran orang-orang yang juga berhenti merokok. Efek ini menyebar dan menyebar, dan jumlahnya makin mengecil. Para peneliti juga menemukan bahwa perokok cenderung untuk melakukan migrasi ke tepi lingkaran sosial.

Konsultan senior dan kepala dari bedah onkologi NCCS, Asisten Profesor Koong Heng Nung, mengatakan bahwa proposal mereka adalah solusi yang simpel dan permanen, serta jauh lebih efektif dari hokum saat ini yang melarang penjualan rokok ke remaja yang berusia di bawah 18 tahun. Dia mempresentasikan proposal yang radikal ini ke para professional medis di acara SingHealth Duke-NUS Scientific Congress 2010 di Suntec City. Makalah ini juga dipublikasikan di British Medical Journal bulan lalu. Profesor Koong mengerti bahwa proposal ini akan mengundang banyak kritik dan oposisi, terutama dari pabrik rokok. Dia menjawabnya dengan simpel: “Proposal kami tidak menghentikan para perokok saat ini dari kebiasaan merokok, dan selaras dengan apa yang pabrik rokok katakan: bahwa mereka tidak berniat mencari perokok baru, dan mereka juga ingin melindungi generasi muda.”

Pengobatan di Women Clinic Singapore dan Mengenal Lebih Dekat Penyakit “Kanker Ovarium”

Info Kesehatan | 2016 Sep

Women clinic singapore  banyak mendapatkan kasus kanker ovarium yang mengacu pada adanya pertumbuhan sel-sel asing yang berbahaya pada beberapa bagian dari ovarium. Ovarium adalah organ reproduktif wanita, dimana sel telur berkembang. Umumnya kanker ovarium diklasifikasikan sebagai epithelial dan tumbuh dari permukaan ovarium. Jenis lain dari kanker ovarium tumbuh dari sel telur (tumor sel germinal) atau sel-sel pendukung (tumor stroma).Kanker Ovarium menempati posisi ke-5 teratas kanker yang paling umum terjadi pada wanita di Singapura. Berdasarkan data Singapore Cancer Registry Annual Registry Report dan women clinic singapore, pada tahun 2007 hingga 2011 saja tercatat 1.506 kasus terdiagnosa kanker ini. Kanker tipe ini merupakan kanker pada alat reproduksi wanita kedua yang paling umum terjadi

Kanker pada epitel ovarium umumnya menyerang wanita berumur, walaupun tetap bisa terjadi pada wanita muda. Kanker sel germinal pada ovarium lebih sering terjadi pada wanita muda. Faktor resiko yang terkait dengan kanker ovarium yang banyak terdapat di women clinic singapore meliputi:

  • Kehamilan di usia lanjut
  • Siklus menstruasi seringkali datang lebih awal
  • Masa menopause datang terlambat
  • Tidak pernah melahirkan-memiliki riwayat kanker payudara
  • Faktor keturunan/genetic
  • Endometriosis

Kanker ovarium terjadi pada anggota keluarga yang memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara, kanker ovarium, dan kanker endometrial (misal kelainan gen BRCA) atau resiko tinggi terkena kanker endometrial, kanker kolorektal disamping terkena kanker ovarium (Sindrom Lynch). Pada wanita yang memiliki saudara kandung perempuan atau ibu dengan kanker jenis ini, resiko terkena kanker ovarium meningkat hingga 20 kali lipat. Kanker ovarium juga terjadi pada keluarga dengan riwayat kanker payudara dan kanker usus. Ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa gen-gen tertentu dapat menyebabkan terjadinya kanker jenis ini.

Ad ahrus rajin kontrol kesehatan rahim anda di women clinic singapore karena Kanker Ovarium jarang sekali menunjukkan gejala. Gejala baru timbul saat kanker sudah memasuki stadium akhir.

Gejala-gejala yang timbul meliputi:

  • Bagian perut membengkak dan menjadi sangat tidak nyaman
  • Merasa kembung
  • Gangguan pencernaan, kandungan gas tinggi atau mual yang berkepanjangan
  • Perubahan kebiasaan usus, seperti terjadinya konstipasi
  • Hilangnya selera makan
  • Sakit punggung

Bagaimana Cara Mendiagnosa Kanker Ovarium di women clinic singapore ?

TES DARAH CA 125

CA 125 merupakan protein yang terdapat pada permukaan sel kanker ovarium dan beberapa jaringan sehat. Kandungan CA-125 meningkat sekitar 80% pada pasien yang terkena kanker ovarium epithelial. Akan tetapi metode ini tidak terlalu akurat untuk mendiagnosa kanker ovarium karena protein CA-125 juga dapat meningkat dalam kondisi non-kanker, seperti saat terjadi endometriosis dan radang usus buntu.

PEMERIKSAAN PELVIK

Dokter di women clinic singapore akan memeriksa permukaan vulva, uterus serta ovarium untuk mencari perubahan abnormal.

X-RAY DADA

Diagnosa ini membantu untuk mendeteksi apakah bagian tubuh yang lain seperti paru-paru, juga telah terkena kanker.

SCAN ULTRASOUND

Ada kemungkinan dokter di women clinic singapore perlu dilakukan pemeriksaan dengan transvaginal ultrasound, dengan memasukkan alat ultrasound ke dalam vagina. Pemeriksaan juga dapat dilakukan melalui pemeriksaan ultrasound eksternal di mana alat ultrasound diletakkan di atas perut. Gambar yang dihasilkan kemudian akan menunjukkan ukuran serta tekstur dari ovarium Anda, sekaligus kista yang mungkin ada.

SCAN CT ATAU SCAN MRI

Pemindaian visual pada bagian perut, dada dan pelvik ini dapat membantu untuk mendeteksi tanda-tanda terjadinya kanker pada bagian tubuh yang lain.

BEDAH ATAU BIOPSI

Pada dasarnya metode ini adalah metode pembedahan atau biopsi yang diperlukan untuk membuktikan bahwa sel yang didiagnosa adalah kanker dan berasal dari ovarium.

Pengobatan Kanker Ovarium di women clinic singapore

Untuk menentukan tingkat penyebaran kanker, perlu dilakukan bedah eksploratif atau penahapan. Pada prosedur ini, dokter akan memeriksa peritoneum, yaitu lapisan dalam pada perut. Cairan yang ada dalam bagian perut tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk dipelajari dengan menggunakan mikroskop. Disamping menentukan stadium kanker, tujuan dari pembedahan adalah untuk mengangkat kanker sebanyak mungkin. Pada umumnya prosedur ini juga mengangkat ovarium, uterus dan kantung-kantung getah bening disekitarnya.

Pengobatan tambahan setelah pembedahan ditentukan sesuai dengan stadium kanker, tingkatan kanker, dan jenis kanker.

Untuk jenis kanker pada tahap dini dan tipe non-agresif, pengobatan lanjutan umumnya tidak diperlukan. Untuk kanker yang sudah ada di tahap lanjut dan merupakan tipe kanker ovarium yang agresif, kemoterapi di women clinic singapore merupakan pilihan pengobatan terbaik.

Mitos dan Pemahaman yang Salah tentang HIV dan AIDS

Info Kesehatan | 2016 Sep

Sering kita mendengar orang-orang di sekitar kita membicarakan isu-isu seputar HIV/AIDS. Tapi tahukah agan kalau ternyata ada kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat awam (khususnya Indonesia) tentang HIV dan AIDS ini?

Dikutip dari WikipediaAcquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome(disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV; atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HIV adalah jenis virus yang dapat ditularkan melalui hubungan seks , sedangkan AIDS adalah tahap yang paling parah dari infeksi HIV. HIV memiliki obat namun para peneliti masih belum menemukan obat untuk AIDS. Seseorang dengan HIV dapat hidup bertahun-tahun jika infeksinya tidak berkembang menjadi AIDS.

Beberapa orang berpikir bahwa AIDS ditularkan melalui hubungan seks, tetapi sebenarnya, hanya orang yang memiliki HIV yang dapat mengembangkan AIDS. HIV dapat menyebar dengan cara yang berbeda, seperti melalui pertukaran cairan tubuh seperti air susu ibu, darah, pra – ejakulasi, sekresi vagina, dan air mani. Karena HIV adalah virus, maka tidak memiliki kemampuan untuk bereproduksi dengan sendirinya. Itulah sebabnya ketika memasuki tubuh, mereka menyerang sistem kekebalan tubuh dan kulit dengan melampirkan ke ke sel T. Virus tersebut akan menggunakan sel T untuk mereproduksi dan kemudian menghancurkannya setelah itu.

Sel T adalah jenis sel darah putih yang bekerja dalam memerangi infeksi. Ketika sel T menjadi dewasa, mereka mulai mengalir dalam darah dan menjaga tubuh dari infeksi yang mungkin masuk. Mereka sangat penting dalam sistem kekebalan tubuh karena mereka mengetahui apa yang harus dilakukan terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Sel T menginformasikan kepada sel B yang bersifat antibodi agar menghancurkan zat-zat asing.

Seorang individu mungkin tidak menyadari bahwa ia terinfeksi HIV selama bertahun-tahun. Jika jumlah sel T turun drastis, korban bisa saja terjangkit AIDS. “AIDS” pada dasarnya adalah istilah medis untuk penyakit yang berbeda dan gejala yang muncul karena efek dari HIV. Setelah orang tersebut terinfeksi HIV, virus terus menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga tidak akan mampu melawan infeksi lain yang masuk ke dalam tubuh (sistem kekebalan tubuh yang sehat dapat dengan mudah menghancurkan mereka). Akibatnya, individu yang terinfeksi dapat dengan mudah terkena pilek dan penyakit lainnya.

Saat ini belum dikonfirmasi secara resmi obat untuk AIDS. Namun, orang yang terinfeksi HIV dapat memperlambat hilangnya sel T dari tubuh dengan menggunakan obat antiretroviral.

Mitos-Mitos Melegenda Seputar HIV dan AIDS

Sangat penting untuk mengetahui kebenaran dari mitos-mitos yang beredar seputar HIV AIDS. Percaya pada mitos yang beredar dapat menyebabkan ketakutan, penolakan bahkan membahayakan kesehatan Anda.

Berikut beberapa mitos seputar penyebab dan gejala HIV yang ditulis Dr Swapan Ghosh, MBBS dan American Board of seksologi (ABS) Certified Clinical Sexologist, seperti dilansir Lifemojo, Rabu (27/4/2011):

Mitos, HIV bisa menular dari kontak biasa
Ini merupakan mitos yang paling sering dipercaya orang sehingga menyebabkan banyak ODHA (orang dengan HIV/AIDS) ditolak dan dikucilkan. Yang perlu diketahui adalah HIV hanya dapat menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain (seperti sperma, cairan vagina dan air susu ibu) dan bukan dari kontak biasa (kontak kulit).

Memeluk, mencium dengan mulut tertutup, berbagi minuman, menggunakan peralatan olahraga, berbagi peralatan makan, menggunakan toilet yang sama atau ketika batuk dan bersin, keadaan tersebut tidak bisa menyebabkan penyebaran HIV.

Bahkan berciuman dengan mulut terbuka atau french kiss dianggap berisiko rendah karena air liur sebagai pembawa virus sering diabaikan. Namun yang menjadi kekhawatiran adalah ketika penderita HID AIDS mengalami luka di bagian mulut atau penyakit gusi yang nantinya bisa menyebarkan virus HIV.

Mitos, HIV adalah penyakit homoseksual
HIV adalah virus yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang orientasi seksual. HIV bisa diderita oleh orang yang baru lahir, lansia, wanita, remaja dan anak-anak dari setiap ras atau kebangsaan. Di seluruh dunia, HIV menyebar kebanyakan melalui kontak heteroseksual.

Mitos, nyamuk dapat menularkan HIV
Nyamuk tidak memasukkan darah orang lain ke dalam tubuh orang baru yang mereka gigit. Namun, nyamuk melakukan menyuntikkan air liur ke dalam korban-korbannya, yang mungkin membawa penyakit seperti malaria, demam berdarah, demam kuning dan lainnya. HIV tidak berkembang biak pada tubuh serangga, sehingga virus tidak bertahan cukup lama dalam tubuh nyamuk untuk ditransmisikan melalui air liur.

Mitos, seks oral tidak bisa menyebabkan HIV
Anda bisa mendapatkan HIV dengan melakukan oral seks dengan pria atau wanita, meskipun kemungkinan relatif lebih kecil dibandingkan tertular virus melalui hubungan seksual.

Air mani atau cairan vagina dapat membawa penyakit. Risiko meningkat ketika terdapat luka terbuka pada alat kelamin dan atau mulut, atau penyakit gusi signifikan atau perdarahan. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan penghalang lateks (kondom) selama seks oral, vagina ataupun dubur.

Mitos, orang yang positif terinfeksi HIV akan terlihat sakit
Orang dapat terinfeksi HIV selama lebih dari 10 tahun tanpa menunjukkan tanda-tanda atau gejala. Selama bertahun-tahun orang merasa baik, mampu bekerja seperti sebelumnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Jadi bahkan jika pasangan tampak sehat, penting untuk mengetahui status HIV.

Mitos, ibu yang menderita HIV tidak bisa memiliki anak
Perempuan yang terinfeksi HIV masih bisa subur dan risiko menularkan HIV kepada anak yang belum lahir adalah antara 15 sampai 30 persen. Namun, dengan terapi antiretroviral yang sudah tersedia sekarang, tingkat penularan dari ibu ke anak telah turun menjadi sekitar 2-3 persen. Jadi ibu yang menderita HIV tetap punya kesempatan untuk memiliki anak.

Mitos, HIV adalah hukuman mati
Ini adalah mitos terbesar dari kesemuanya. Obat-obatan, program pengobatan dan pemahaman yang lebih baik tentang HIV dan AIDS memungkinkan orang yang terinfeksi untuk hidup normal, sehat dan hidup produktif.

 

Penemuan Alat Baru Untuk Mendeteksi Serangan Jantung Dengan Lebih Akurat

Kolaborasi antara peneliti di Singapore General Hospital (SGH) dan Nanyang Technological University (NTU) telah berhasil menciptakan alat baru detektor serangan jantung untuk menganalisa resiko serangan jantung dengan menggunakan variasi irama jantung. Alat ini 50% lebih akurat dibandingkan dengan pemeriksaan tanda-tanda vital saja.

Para peneliti tersebut dapat memperkirakan resiko terjadinya serangan  jantung dalam waktu 72 jam dengan mengkombinasikan variasi irama jantung dengan usia dan tanda-tanda vital penderita. Sensitivitas dan spesifisitas alat ini masing-masing mencapai 66.7% dan 98.1%, lebih akurat dibandingkan dengan pemeriksaan tanda-tanda vital saja yang mempunyai sensitivitas 41.7% dan spesifitas 99%.

Ini adalah yang pertama kalinya di dunia bahwa variasi irama jantung dapat dianalisa untuk memprediksikan serangan jantung. Hal ini akan sangat berguna di bagian kegawat- daruratan dimana waktu sangatlah penting dalam menyelamatkan penderita. Perangkat lunak yang telah dibuat dapat digunakan untuk menganalisa variasi irama jantung secara real time untuk membantu membuat keputusan klinis di bidang kegawat-daruratan.

Vaksin Pneumokokal Baru di Singapura Untuk Anak

Sebuah vaksin pneumokokal baru telah tersedia di Singapura sejak minggu lalu untuk anak-anak berusia  diantara enam minggu sampai lima tahun. Vaksinasi ini melindungi anak-anak dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Streptococcus pneumonia yang dapat menyerang otak, paru-paru, darah, dan telinga. Vaksin ini dibuat oleh pabrik farmasi bernama Pfizer dan dapat melindungi dari total 13 varian bakteri. Ini adalah perlindungan sebesar 91,2 persen terhadap penyakit pneumokokal invasif (IPD).

IPD meliputi penyakit-penyakit seperti pneumonia dan meningitis, yaitu peradangan pada membrane pelindung otak dan tulang belakang. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan bahwa penyakit pneumokokal adalah penyebab utama dari kematian anak-anak berusia lima tahun kebawah. Di Singapura, sekitar 300 sampai 400 anak menderita dari penyakit pneumokokal tiap tahunnya, dan satu sampai dua anak meninggal karenanya.

Dosis yang direkomendasikan adalah 4 kali suntikan, atau lebih banyak satu kali dari vaksin pneumokokal sebelumnya. Ada 2 jenis vaksin pneumokokal lain yang tersedia, yaitu buatan GlaxoSmithKline yang melindungi dari 10 varian bakteri, dan buatan Pfizer sebelumnya yang hanya melindungi dari tujuh varian. 3 varian bakteri yang termasuk dalam vaksin baru ini diyakini sebagai penyebab penyakit yang makin meningkat di banyak tempat di dunia.

Biaya vaksin baru ini bervariasi di setiap dokter. Namun harganya berkisar $140 sampai $180 setiap suntikan. Vaksinasi pneumokokal telah ditambahkan ke dalam Program Imunisasi Anak Nasional (NCIP) pada bulan Nopember tahun lalu, sehingga para orang tua dapat membayarnya dengan menggunakan fasilitas Medisave mereka setiap tahun sebesar $300.

Vaksin Kanker Serviks Sekarang Ditanggung oleh Medisave

foto orang terkena kanker serviksSekarang para orang tua dan wanita di Singapura dapat menggunakan Medisave untuk mendapatkan vaksin kanker serviks. Mulai dari nopember 2010, mereka dapat menggunakan $300 setahun dari akun Medisave mereka untuk mendapatkan vaksin human papillomavirus (HPV). Wanita diberikan 3 kali suntikan vaksin dalam waktu 6 bulan. Vaksin ini dapat mengurangi resiko seorang wanita untuk menderita kanker serviks sebanyak 70 persen. Vaksin ini paling baik diberikan pada anak perempuan sebelum mereka aktif secara seksual oleh karena human papillomavirus umumnya menyebar melalui hubungan seksual. Sebaiknya anak perempuan berusia 10 tahun disuntik vaksin ini bersamaan vaksin booster untuk tetanus, difteri, dan pertussis. Wanita dengan usia yang lebih tua juga dapat mengambil manfaar dari vaksin ini.

Sebuah lembaga di Singapura yang dinamakan Expert Committee for Immunizations yang terdiri dari pejabat senior kementerian kesehatan, konsultan dokter ahli anak, dan para ahli di bidang pengendalian penyakit, telah merekomendasikan bahwa vaksinasi ini untuk dimasukkan dalam program imunisasi anak-anak. Akan tetapi, Singapura tidak menawarkan vaksinasi di sekolah meskipun negara lain melakukan hal tersebut.  Bahkan vaksin ini ditawarkan secara gratis untuk semua anak perempuan dan  wanita muda. Di Singapura, wanita yang berusia 9 sampai 26 tahun bisa mendapatkan vaksin mereka dari dokter keluartga.

Kanker serviks menyerang sekitar lima ratus ribu wanita di seluruh dunia tiap tahunnya dan membunuh separuh dari mereka. Di Singapura, sekitar 200 wanita telah didiagnosa penyakit ini tiap tahun, dan 80 dari jumlah tersebut mati karenanya. Pemeriksaan pap smear yang dilakukan secaara rutin dapat mendeteksi kanker serviks sejak dini. Di stadium awal, penyakit ini hampir tidak menimbulkan gejala. Tapi di stadoim lanjut, kombinasi antara operasi, kemoterapi, dan radioterapi tidak dapat menyelamatkan pasien tersebut. Kanker serviks adalah kanker satu-satunya pada wanita yang dapat dicegah. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk memastikan pencegahan penyakit ini.

Kerja di Shift Malam Dapat Menyebabkan Kanker Payudara

Info Kesehatan | 2016 Feb

Kerja di shift malam dapat berakibat buruk pada kesehatan wanita. Pada tahun 2007, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah mengklasifikasi ulang status kerja shift malam dari ‘karsinogen manusia yang mungkin’ menjadi ‘karsinogen manusia yang sangat mungkin’. Sejak itu, hubungan diantara kerja di shift malam dengan kanker payudara sudah dapat dipastikan. Penjelasan saat ini yang diterima adalah sebagai berikut: di malam hari, wanita seharusnya tidur dan tidak terekspos oleh cahaya. Kerja di shift malam menyebabkan wanita terekspos oleh cahaya sehingga siklus produksi sebuah hormon tertentu menjadi kacau.

Hormone itu disebut melatonin. Melatonin diproduksi oleh kelenjar pineal di dalam batang otak. Dalam otak juga ada jam biologis yang memerintahkan kelenjar pineal kapan untuk memproduksi melatonin. Ini disebut pusat sirkadia. Proses-proses di tubuh kita seperti replikasi DNA dan sintesis selalu disinkronisasikan dengan siklus sirkadia ini. Normalnya, pusat sirkadia ini akan memerintahkan kelenjar pineal untuk memproduksi melatonin paling banyak di malam hari. Namun bila kelenjar pineal dirangsang secara rutin oleh cahaya saat malam hari, maka kelenjar ini dapat menurunkan atau bahkan menghentikan produksi melatonin.

Melatonin telah terbukti dapat menekan pembentukan sel kanker di tingkat gen. Para ilmuwan juga telah menemukan beberapa mekanisme genetik yang spesifik dimana melatonin dapat menekan penbentukan sel kanker payudara. Wanita yang sering kerja di malam hari akan mengalami ketidak-teraturan proses dalam tubuhnya sehingga produksi melatonin terlalu sedikit sehingga wanita tersebut akan lebih rentan untuk terkena kanker payudara.

Studi epidemiologi juga membuktikan adanya hubungan antara kerja di shift malam dengan kanker payudara. Delapan penelitian besar telah dilakukan untuk meneliti hubungan antara kanker payudara dengan kerja di shift malam, dan enam diantaranya menemukan bukti yang tidak terbantahkan. Dapat disimpulkan dari kedelapan penelitian tersebut bahwa kerja di shift malam dapat meningkatkan resiko kanker payudara sebesar 40 persen. Kebanyakan dari delapan penelitian itu bersifat retrospektif (melihat ke masa lalu) dengan cara mengidentifikasi wanita yang mengidap kanker payudara dan menyelidiki ada tidaknya kerja shift malam di dalam riwayat kerja mereka. Akan tetapi, ada dua penelitian besar lainnya yang bersifat prospektif (melihat ke masa depan) yang mengikuti kondisi para perawat yang sehat dari tahun 1976 dan 1988 sampai dengan tahun 2004 untuk melihat berapa banyak diantara mereka yang akan mengidap kanker payudara. Dan hasilnya menyatakan adanya hubungan yang kuat antara kerja di shift malam dengan kanker payudara.