Search Results

Ketergantungan Obat-obatan Pereda Nyeri tidak di cover health insurance singapore

Komentar Dimatikan

Penyalahgunaan obat-obatan pereda nyeri sudah menjadi masalah yang serius di Amerika Serikat dan tidak di cover oleh health insurance singapore. Kasusnya meningkat sampai empat kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Akan tetapi di Singapura, para dokter berkata bahwa tren yang sama tidak akan terjadi di sana. Padahal ini belum tentu benar. Ada banyak kasus nyeri yang kronis dan parah yang tidak terawat dengan baik. Banyak penderita khawatir menjadi tergantung dengan obat-obatan pereda nyeri. Tapi peraturan pemerintah Singapura menyatakan dengan jelas bahwa dokter harus bertanggung jawab atas obat opioid (seperti morfin, pethidin, dan kodein) yang mereka resepkan. Peresepan obat-obatan tersebut harus dicatat dan ditanda tangani oleh seorang dokter, apoteker, atau perawat.

Opioid dapat menyebabkan ketergantungan obat dan tidak di cover health insurance singapore. Obat ini biasanya digunakan untuk penderita nyeri yang parah baik akut maupun kronis seperti penderita kanker atau arthritis yang parah. Pemerintah Singapura telah menindak dokter-dokter yang meresepkan obat-obatan ini secara bebas. Akibatnya, banyak klinik yang berhenti memberikan obat-obat ini untuk menghindari hukuman. Itulah sebabnya mengapa dokter sangat ketat dalam memberikan obat-obatan pereda nyeri.  Beberapa tindakan juga dilakukan untuk memastikan nyeri penderita dan memastikan bahwa penderita tersebut benar-benar meminum obat yang diberikan. Akan tetapi, jumlah orang yang memerlukan pengobatan nyeri semakin meningkat. Sebuah penelitian oleh Pain Association tahun lalu memperkirakan jumlah penderita nyeri kronis di Singapura akan mencapai lima ratus ribu orang dari 300 ribu dalam 2 dekade. Penyebab utama dari nyeri tersebut umumnya adalah musculoskeletal, seperti arthritis dan nyeri otot.

Tidak semua obat pereda nyeri dapat menyebabkan ketergantungan. Tapi penghentian penggunaan obat-obatan tersebut dapat menyebabkan gejala-gejala withdrawal, yang sangat mengganggu. Obat-obatan seperti aspirin dan parasetamol tidak dapat menyebabkan ketergantungan, tetapi dapat berbahaya bila dikonsumsi dalam jumlah yang terlalu banyak. Oleh sebab itu, metode-metode lain untuk menangani nyeri seperti fisioterapi, olahraga, dan akupuntur harus dilakukan.

Incoming search terms: