Search Results

Kerja di Shift Malam Dapat Menyebabkan Kanker Payudara

Komentar Dimatikan

Kerja di shift malam dapat berakibat buruk pada kesehatan wanita. Pada tahun 2007, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah mengklasifikasi ulang status kerja shift malam dari ‘karsinogen manusia yang mungkin’ menjadi ‘karsinogen manusia yang sangat mungkin’. Sejak itu, hubungan diantara kerja di shift malam dengan kanker payudara sudah dapat dipastikan. Penjelasan saat ini yang diterima adalah sebagai berikut: di malam hari, wanita seharusnya tidur dan tidak terekspos oleh cahaya. Kerja di shift malam menyebabkan wanita terekspos oleh cahaya sehingga siklus produksi sebuah hormon tertentu menjadi kacau.

Hormone itu disebut melatonin. Melatonin diproduksi oleh kelenjar pineal di dalam batang otak. Dalam otak juga ada jam biologis yang memerintahkan kelenjar pineal kapan untuk memproduksi melatonin. Ini disebut pusat sirkadia. Proses-proses di tubuh kita seperti replikasi DNA dan sintesis selalu disinkronisasikan dengan siklus sirkadia ini. Normalnya, pusat sirkadia ini akan memerintahkan kelenjar pineal untuk memproduksi melatonin paling banyak di malam hari. Namun bila kelenjar pineal dirangsang secara rutin oleh cahaya saat malam hari, maka kelenjar ini dapat menurunkan atau bahkan menghentikan produksi melatonin.

Melatonin telah terbukti dapat menekan pembentukan sel kanker di tingkat gen. Para ilmuwan juga telah menemukan beberapa mekanisme genetik yang spesifik dimana melatonin dapat menekan penbentukan sel kanker payudara. Wanita yang sering kerja di malam hari akan mengalami ketidak-teraturan proses dalam tubuhnya sehingga produksi melatonin terlalu sedikit sehingga wanita tersebut akan lebih rentan untuk terkena kanker payudara.

Studi epidemiologi juga membuktikan adanya hubungan antara kerja di shift malam dengan kanker payudara. Delapan penelitian besar telah dilakukan untuk meneliti hubungan antara kanker payudara dengan kerja di shift malam, dan enam diantaranya menemukan bukti yang tidak terbantahkan. Dapat disimpulkan dari kedelapan penelitian tersebut bahwa kerja di shift malam dapat meningkatkan resiko kanker payudara sebesar 40 persen. Kebanyakan dari delapan penelitian itu bersifat retrospektif (melihat ke masa lalu) dengan cara mengidentifikasi wanita yang mengidap kanker payudara dan menyelidiki ada tidaknya kerja shift malam di dalam riwayat kerja mereka. Akan tetapi, ada dua penelitian besar lainnya yang bersifat prospektif (melihat ke masa depan) yang mengikuti kondisi para perawat yang sehat dari tahun 1976 dan 1988 sampai dengan tahun 2004 untuk melihat berapa banyak diantara mereka yang akan mengidap kanker payudara. Dan hasilnya menyatakan adanya hubungan yang kuat antara kerja di shift malam dengan kanker payudara.