Penemuan Baru Untuk Mengobati Penyakit Kanker Lambung

Kanker lambung telah menyebabkan lebih dari 866,000 kematian tiap tahunnya, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa penyakit ini menempati ranking ke-2 setelah kanker paru-paru sebagai kanker yang paling banyak menyebabkan kematian. Di Singapura, lebih dari 600 orang terdiagnosa penyakit kanker lambung setiap tahun dan sekitar 400 orang meninggal karena penyakit tersebut. Kanker lambung adalah kanker pembunuh nomer lima diantara laki-laki dan nomer 7 diantara wanita. Kurang dari seperempat penderita penyakit tersebut bisa hidup lebih dari 5 tahun setelah menjalani operasi dan kemoterapi.

Peneliti di Singapura telah menemukan sebuah cara yang lebih efektif untuk mengobati kanker lambung yang dapat meningkatkan tingkat keselamatan hidup pasien dalam jangka panjang. Penemuan ini diawali oleh sebuah penelitian di Australia, Singapura, dan Inggris yang meneliti lebih dari 300 macan tumor lambung. Kemudian klasifikasi yang baru untuk kanker tersebut dibuat berdasarkan sinyal-sinyal yang diberikan oleh sel kanker saat sel tersebut tumbuh dan menyebar. Tim ilmuwan ini berhasil menemukan tiga jalur sel kanker dalam tumbuh dan berkembang. Penelitian yang lebih lanjut sangat diperlukan untuk mencoba teori ini pada manusia. Penelitian terhadap kelompok penderita tersebut yang lebih besar akan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas sehingga pengobatan yang tepat dapat diatur untuk tiap-tiap pasien

Fasilitas Perawatan di Singapura Untuk Orang Lanjut Usia (Lansia)

Ada banyak orang lanjut usia yang kondisi kesehatannya buruk dan membutuhkan penanganan medis. Tubuh orang lanjut usia akan menjadi lebih rentan, sehingga perlu adanya fasilitas di masyarakat untuk perawatan mereka dalam jangka menengah dan jangka panjang. Sebuah pusat rehabilitasi di Bedok telah dimodifikasi untuk bisa menangani orang lanjut usia yang bukan warga negara Singapura, termasuk mereka yang memerlukan makanan bantuan melalui pipa atau penggantian kateter secara berkala. Fasilitas ini juga ideal untuk orang lanjut usia yang tidak dapat dirawat dengan semestinya karena anggota keluarganya harus bekerja.

 

Lanjut Usia

 

Program ini, disebut Singapore Programme for Integrated Care for the Elderly, diperuntukkan untuk keluarga yang tidak sanggup membayar jasa layanan penuh waktu dari perawat atau pembantu. Program ini sedang diuji coba di Salvation Army Bedok Multi-Service Centre di Bedok Utara. Para pasien bisa pulang ke keluarga mereka saat malam hari. Biayanya adalah $62 per hari termasuk makan. Subsidi hingga 75 persen bila pelanggan memenuhi beberapa syarat tertentu.

Sekitar $400.000 telah disiapkan untuk mendanai program ini. Sebagian dari uang tersebut diperuntukkan untuk merenovasi Bedok Centre, yang sekarang telah memiliki kamar mandi dan kamar istirahat untuk pasien yang lemah kondisinya sehingga mereka dapat beristirahat. Bedok Centre juga akan diisi dengan persediaan medis seperti kateter, pipa makanan, dan pakaian. Sebuah tim yang terdiri dari seorang dokter, pekerja sosial, ahli terapi, dan perawat yang terdaftar akan merawat 30 pasien di sana.

Program ini akan diulas dan dinilai setelah setahun berjalan. Bila sukses, fasilitas-fasilitas lain yang serupa mungkin akan dibangun di tempat lain. Tambahan dana $250.000 juga telah dialokasikan ke dalam delapan penelitian dan hadiah pelatihan untuk sektor kesehatan. Hadiah tersebut diperuntukkan untuk mereka yang mengejar kursus diploma dalam keperawatan, terapi okupasional dan fisioterapi, serta untuk para profesional medis yang berminat mengambil kursus untuk meningkatkan keahlian mereka.

Lebih Banyak Dokter-Peneliti di Singapura Pada Tahun 2015

Pemerintah Singapura mengumumkan bahwa jumlah dokter di Singapura yang terlatih sains dengan baik diproyeksikan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2015. Saat berbicara di konferensi sains minggu lalu, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Teo Chee Hean mengatakan bahwa sasaran utama adalah mempunyai 160 dokter merangkap peneliti pada tahun 2015, lebih banyak dua kali lipat dari jumlah saat ini 80 orang. Para ilmuwan ini yang juga merawat pasien, akan mendapat waktu khusus untuk melakukan penelitian mereka. Mereka adalah elemen yang penting dalam proses merubah riset laboratorium biomedis menjadi aplikasi medis. Usaha-usaha ini sangatlah penting dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap terjangkau dan dapat memenuhi kebutuhan penduduk Singapura yang semakin membesar.

Saat ini sudah banyak dokter-ilmuwan yang telah terlibat dalam penemuan-penemuan dan inovasi medis. Contohnya adalah Profesor Wong Tien Yin, direktur dari Institusi Riset Mata Singapura. Dia telah mencoba apakah pemindai mata yang simpel dapat memprediksi resiko pasien untuk terkena serangan jantung dan diabetes. Untuk hasi kerjanya, dia telah menerima President’s Science Award bulan lalu. Ada sekitar 8.000 dokter yang terdaftar di Singapura. Banyak diantara mereka yang juga melakukan penelitian medis.

Ada 3 elemen penting yang diperlukan oleh dunia kesehatan saat ini:

  1. Orang-orang yang berminat dalam penelitian,
  2. Latihan untuk merubah pertanyaan-pertanyaan menjadi proyek riset, dan
  3. Infrastruktur pendukung seperti Institut Riset Klinis Singapura (SCRI), yang dapat mengatur proyek dan melakukan analisa statistic. Penelitian klinis di Singapura sudah berkembang.